Tahrij Hadist

TAHRIJ HADITS

  1. A. HADITS TENTANG SHOLAT LIMA WAKTU

اخبرنا قتيبه قال حدثنا اليث عن ابن الها د عن محمد بن ابراهيم عن ابى هريره ان رسول الله صلي الله عليه وسلم قال ارايتم لو ان نهرا بباب احدكم يغتسل منه كل يوم خمس مرات هل يبقي من درانه شيئ قال فكدلك مثل الصلوات الخمس يمحوالله بهن الخطا يا[1]

 

Hadis di atas merupakan hadis yang menerangkan tentang sholat lima waktu. Dari penelitian kami melalui komputer dengan program soft ware ”MAUSU’AH al-hadits al-syarif” yang merupakan program dari al-kutub al-tis’ah. Kami menemukan 5 referensi dari hadits di atas yang mempunyai makna matan yang sama/semakna.

No Referensi Jumlah
1 Shahih Muslim 1
2 At-Tirmidzi 1
3 Shohih bhukori Bhukhori 1
4 Imam Ahmad 3

 

Haditsnya adalah sebagai berikut:

 

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ حَمْزَةَ قَالَ حَدَّثَنِي ابْنُ أَبِي حَازِمٍ وَالدَّرَاوَرْدِيُّ عَنْ يَزِيدَ يَعْنِي ابْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْهَادِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهَرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسًا مَا تَقُولُ ذَلِكَ يُبْقِي مِنْ دَرَنِهِ قَالُوا لَا يُبْقِي مِنْ دَرَنِهِ شَيْئًا قَالَ فَذَلِكَ مِثْلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا

 

Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Hamzah berkata, telah menceritakan kepadaku Ibnu Abu Hazim dan Ad Darawardi dari Yazid -yakni Ibnu ‘abdullah bin Al Hadi- dari Muhammad bin Ibrahim dari Abu Salamah bin ‘Abdurrahman dari Abu Hurairah, bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bagaimana pendapat kalian seandainya ada sungai di depan pintu rumah salah seorang dari kalian, lalu dia mandi lima kali setiap hari? Apakah kalian menganggap masih akan ada kotoran (daki) yang tersisa padanya?” Para sahabat menjawab, “Tidak akan ada yang tersisa sedikitpun kotoran padanya.” Lalu beliau bersabda: “Seperti itu pula dengan shalat lima waktu, dengannya Allah akan menghapus semua kesalahan.”

 

 

اخبرناعَبْدُ اللَّهِ بْنُ صَالِحٍ حَدَّثَنِي اللَّيْثُ حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهَرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ مَاذَا تَقُولُونَ ذَلِكَ مُبْقِيًا مِنْ دَرَنِهِ قَالُوا لَا يُبْقِي مِنْ دَرَنِهِ قَالَ كَذَلِكَ مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ يَمْحُو اللَّهُ بِهِنَّ الْخَطَايَا قَالَ عَبْد اللَّهِ حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ عِنْدِي أَصَحُّ

 

Telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin Shalih telah menceritakan kepadaku Al Laits ia berkata; telah menceritakan kepadaku Yazid bin Abdullah dari Muhammad bin Ibrahim dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, bahwa ia pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bagaimana menurut kalian kalau sekiranya ada sebuah sungai (mengalir) di depan pintu (rumah) salah seorang dari kalian, lalu ia mandi (di sungai tersebut) setiap harinya sebanyak lima kali, apa yang akan kalian katakan, apakah masih tersisa kotorannya?” mereka menjawab, “Tidak tersisa (sedikitpun) dari kotorannya.” Beliau bersabda lagi: “Begitulah perumpamaan shalat lima waktu, Allah subhanallahu wa ta’ala menghapus dengannya (shalat lima waktu tersebut) dosa-dosa.”

 

 

 

 

وحَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ ح وَقَالَ قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا بَكْرٌ يَعْنِي ابْنَ مُضَرَ كِلَاهُمَا عَنْ ابْنِ الْهَادِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَفِي حَدِيثِ بَكْرٍ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهْرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ هَلْ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ قَالُوا لَا يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ قَالَ فَذَلِكَ مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ يَمْحُو اللَّهُ بِهِنَّ الْخَطَايَا

 

Dan telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Said telah menceritakan kepada kami Laits (dan diriwayatkan dari jalur lain) Qutaibah mengatakan; telah menceritakan kepada kami Bakr yaitu bin Mudlar, keduanya dari Ibnu Al Hadi dari Muhammad bin Ibrahim dari Abu Salamah bin Abdurrahman dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, sedangkan dalam hadis Bakr, ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bagaimana pendapat kalian, sekiranya ada sungai berada dekat pintu salah seorang diantara kalian yang ia pergunakan untuk mandi lima kali dalam sehari, mungkinkah kotorannya masih tersisa?” Para sahabat menjawab; “Kotorannya tidak akan tersisa.” Beliau bersabda; “Itulah perumpamaan kelima shalat, yang dengannya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahan.”

 

َحدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ ابْنِ الْهَادِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهْرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ هَلْ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ قَالُوا لَا يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ قَالَ فَذَلِكَ مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ يَمْحُو اللَّهُ بِهِنَّ الْخَطَايَا وَفِي الْبَاب عَنْ جَابِرٍ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا بَكْرُ بْنُ مُضَرَ الْقُرَشِيُّ عَنْ ابْنِ الْهَادِ نَحْوَهُ

 

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Ibnu Al Had dari Muhammad bin Ibrahim dari Abu Salamah bin Abdurrahman dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bagaimana menurut kalian bila di pintu salah seorang dari kalian ada sungai, lalu ia mandi lima kali setiap harinya, masihkan ada kotoran yang tersisa?” mereka menjawab; “Tidak akan ada kotorannya tersisa sedikit pun.” Beliau bersabda: “Itu seperti shalat lima waktu, dengannya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya.” Dalam hal ini, ada hadits serupa dari Jabir. Abu Isa berkata; Hadits ini hasan shahih. Telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Bakr bin Mudlar Al Qurasy dari Ibnu Al Had seperti hadits di atas.

 

Sanad an-Nasa’i

 

 

 

 

 

 

Sanad dari hadits sunan an-Nasa’i

 

 


  1. B. Kritik Sanad

  1. 1. Abi Huroiroh

Biografi

 

Nama                     : Abdur rahman bin Sahor

Tingkatan              : Shohabat

Nasab                    : ad- Dausy, al-Yamani

Panggilan              : Abu Huroiroh

Tempat tinggal      : Madinah

Kota wafat            : Madinah

Tanggal wafat       : 57 H

 

ULAMA KOMENTAR
Ibnu Hajar al ‘Asqalani Shahabat

 

 

Guru

Beliau mempunyai 7 guru, di antaranyaa adalah Abi bin Ka’ab bin Qois, Usmah bin Zaid bin Harits bin Sarhabit, Bashroh bin Abi Bashroh.

 

Murid

Beliau mempunyai murid sebanyak 112 di antaranyaa adalah Ibrohim bin Abdillah bin Khorit, Abu al-Hakim, Abu Bakarr bin Sulaiman bin Abi Khusaumah Abdullah bin Khafidah, Abu Bakarr bin Abdur rahman bin al-Harits bin Hisam bin al-Mugiroh.

 

Jarh wa ta’dil Mina shohabati wa rotbatihim maro tibul adalati wa tausiqi.

 

  1. 2. Abu salamah

Biografi

Nama                 : Abdullah bin Abdur rahman  bin Auf

Tingkatan          : al- Wusto min at-Tabi’in

Nasab                : az- Zuhri

Panggilan          : Abu Salamah

Tempat tinggal   : Madinah

Kota wafat         : Madinah

Tanggal wafat    : 94 H

 

 

ULAMA KOMENTAR
Abu Zur’ah tsiqah imam
Ibnu Hibban Tsiqah

 

 

 

Guru

Beliau mempunyi murid 30 guru di antaranya adalah Ibrohim bin Abdullah bin Korit, Abu Sufyan bin Said bin al-Mugiroh, Anas bin Malik bin an-Nador bin dhomdhom bin Zaid, Basar bin Said Maula Ibnu al-Hadromi.

 

Murid

Beliau mempunyai 38 murid di antaranyaa adalah Abu Bakar bin Muhammad bin Amru bin Hisam, al-Aswad bin al-Ila’ bi Jariah, al-Kharits bin Abdurrahman, Dawud Abi gosim bin Urwah bin Mas’ud.

 

Jarh wa Ta’dil

Abu zar’ah ar-Rozi : Tsiqqah iman

Ibnu khiban             : Tsiqqah

Addahabiy               : Ahadu al-Aimah

 

  1. 3. Muhammad bin Ibrohim

Biografi

Nama                     : Muhammad bin Ibrahim bin al-Kharis bin Kolid

Tingkatan              : Duna wusto at-Tabi’in

Nasab                    : at- Tamyis al- Khurosi

Panggilan              : Abu Abdullah

Tempat tinggal      : Madinah

Tanggal wafat       : Madinah

 

ULAMA KOMENTAR
Ya’kub Ibnu Syaibah Tsiqah
Ibnu Hajar al ‘Asqalani Tsiqah lahu Afrod
Adz Dzahabi Mereka Mentsiqahkan

 

 

Guru

Beliau mempunyai 12 guru di antaranya adalah Abu Abdullah, Kholid bin Mu’ad an Ibnu Abi Karib, Aisah binti Abi Bakar as Sidiq, Amir bin Sa’ad bin Abi Waqos, Abdurahman bin Jabir bin Atik.

 

Murid

Beliau mempunyai 9 murid di antaranya adalah Usman bin zaid, Khubah bin abi al Asar, Hamid bin Khois, Umaroh bin Ghoziah bin al-Harits Hisam bin Urwah bin az-Zaid bin al-Awam, Yahya bin Abi Kasir Sholeh bin abi Mutawakil, Yahya bin Said bin Khois, Yazid bin Abdillah bin Usamah bin al-Haadi, Muhammad bin Ishak bin Yasar.

 

  1. 4. Ibnu al- Haadi

Biografi

Nama                     : Yazid bin Absullah bin Usmah bin al-Hadi

Tingkatan               : as-Shogir min at-Tabi’in

Nasab                     : al-laitsy

Panggilan               : Abu abdullah

Tempat tinggal       : Madinah

Kota wafat             : Madinah

Tanggal wafat        : 139 H

 

ULAMA KOMENTAR
Yahya bin Ma’in Tsiqah
An Nasa’i Tsiqah
Ahmad bin Hambal laisa bihi ba`s
Abu Hatim Tsiqah
Ibnu Hibban disebutkan dalam ‘ats tsiqaat
Ya’kub bin Sufyan Tsiqah
Al ‘Ajli Tsiqah
Ibnu Hajar al ‘Asqalani tsiqah mukatstsir
Adz Dzahabi tsiqah mukatstsir

 

 

Guru

Beliau mempunyai 11 guru di antaranyaa adalah Abu Bakar bin Muhammad bin Umar bin khizam sahil bin abu sholih dakwan,Abdurrahman al-Khosmbin Muhammad bin Bakar as-Sidiq Abdullah bin Dinar Maula Ibnu Umar.

 

Murid

Beliau mempunyai 8 murid di antranya adalah bakar bin Mador bin Muhammad bin Hakim, Said bin abi Hilal, Abdurrahman bin Abdurraman bin Salman, Abdul Aziz bin abi Hizam Salamah bin Dinar, laits bin Sa’ad bi Abdurahman, Abdul Aziz bin Muhammad bin Abid bin Abi Abid, Malik bin Anas bin Malik bin Abi Amir, Nafi’ bin Yazid.

 

Jar’h wa Ta’dil

Ahmad bin hanbal      : la a’lamu bihi bi asla

Yajir bin muhyin        : Tsiqqah

Yakub bin Sufyan      : Tsiqqah

Muhammad bin Said  : Tsiqqah

An-Nasa’i                   : Tsiqqah

Abu khoim ar-Rozi    : Tsiqqah

 

  1. 5. Al- Harits

Biografi

Nama                     : Laits bin Said bin Abdurrahman

Tingkatan              : Kibaru al-Atba’

Nasab                    : al-Fahmi

Panggilan              : Abu al-Harits

Tempat tinggal      : Marwa

Kota wafat            : –

Tanggal wafat       : 175 H

 

 

ULAMA KOMENTAR
Yahya bin Ma’in Tsiqah
Ahmad bin Hambal Tsiqah
Abu Zur’ah Tsiqah
Muhammad bin Sa’d Tsiqah
Ibnu Madini Tsiqah Tsabat

 

Guru

Beliau mempunyai 30 guru di antaranyaa adalah Ayub bin Musa bin Amru bin Said, Bakar bin Saudah bin simamah, Ja’farbin Robi’ah bin Sarhabil bin Hasanah, Hakim bin Abdillah bin Kholid bin Yazid

 

Murid

Beliau mempunya 21 murid di antaranya adalah Adam bin Abi Ayas, Hijaj bin Muhammad. Al-Hasan bin Sawar, Dawud bin Mansur, Said bin Abi Maryam al-Hakim bin Muahammad bin Salim.

Jar’h wa Ta’dil

Ahmad bin janbal    : Tsiqqah

Ali bin al-Madyani  : Tsiqqah, Tsabat

Yahya bin Mui’in    : Tsiqqah

Abu Jar’ah ar Rozi  : Tsiqqah

An-Nasa’i               : Tsiqqah

 

 

  1. 6. Qutaibah

Biografi

Nama                : Qutaibah bin Said bin Jamil bin Thorif bin Abdillah

Tingkatan         : Kibaru Tab’u al- Atba’

Nasab                : as-Saqfi al-Bagilani

Panggilan          : Abu Rojak

Tempat tinggal  : –

Kota wafat        : –

Tanggal wafat   : 240 H

 

 

ULAMA KOMENTAR
Abu Hatim Tsiqah
An Nasa’i Tsiqah
Yahya bin Ma’in Tsiqah
Ibnu Hajar al ‘Asqalani Tsiqah Tsabat

 

Guru

Beliau mempunyai 52 guru di antaranya adalah Ismail bin Ja’far bin Abi Katsir, Basar bin al-Mufdol bin Lahik, Bakar bin Mador bin Muhammad bin Hakim, Ja’far bin Sulaiman , Laits bin Said bin Abdurrahman.

 

Murid

Beliau mempunyai satu murid yaitu an-nas’i

 

Jarh wa ta’dil

Yahya bin mu’in      : Tsiqqoh

Abu khotim ar-rozi  : Tsiqqoh

An-nasa’I                 : Tsiqqoh

Ahmad bin siyar       : Tsiqqoh, Suduk

Ibnu hiban                : Min al-Mutaqin

Al-hakim                  : Tsiqqoh al-Ma’mun

 

  1. C. KESIMPULAN

Dari hasil penelitian sebuah hadits yang kami lakukan dengan bantuan software CD Mausu’ah, maka kami berkesimpulan bahwa hadits yang kami teliti di atas dalam hal ini adalah hadits tentang sholat lima waktu adalah termasuk dari hadits marfu’ mutasil. Karena para perawi hadits ini masuk dalam kategori peringkat I, II, III, dan  IV.  Dalam kaidah telah dijelaskan bahwa apabila ada hadits yang sanadnya bersambung, terhindar dari syaz dan illat, dan seluruh perawi masuk peringkat I, II ataupun III, maka status haditsnya mempunyai  berkwalitas marfu’ Tetapi apabila salah satu perawi atau lebih masuk peringkat III atau IV menjadikan status hadits itu berkwalitas marfu’ mutasil.

Adapun definisi hadits marfu’ mutasil perkataan, perbuatan, atau taqrir yang di sandarkan pada Nabi Muhammad SAW., baik sanad hadits tersebut bersambung-sambung atu terputus, baik yang meyandarkan hadits itu sahabat maupun yang lainnya.[2]

 


[1] Di ambil dari kitab hadits  sunan an-nasa’I, hadits no. 462, hlm. 230

[2] Rahman. op. cit. hlm 160

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s